Wednesday, 13 December 2017

Pahala Hilang karena Ngomongin Orang



Image result for ghibahAda seorang… Supaya saya tunjukkan kepada bapak ibu, saking bahaya lidah itu, kalau kita tidak menjaga ucapan kita.

         Ini cerita, terjadi sama seorang jamaah haji. Kakak-adik, laki-laki sama adiknya perempuan. Yang laki-laki, karena istrinya sedang hamil, tidak sempat membawa istrinya naik haji. Akhirnya dia membawa adiknya yang perempuan. Begitu dia menjalankan ibadah haji, thawaf, safa, marwa, dan ibadah-ibadah yang lain, Arafah, Muzdalifah, sampai terakhir, ke lempar jamarat. Kan lempar jamarat, 3 hari; 11, 12, 13. Kata si laki-laki ini kepada adiknya yang perempuan, “Ayuk kita segera lemparkan hanya 11 sama 12, tidak ganjil, lebih cepat. Supaya kita 12 bisa segera pulang, soalnya saya rindu sama istri saya.” Apa kata adiknya yang perempuan?, “Apa yang kamu rindukan sama dia? Pendek, dan tidak cantik.” Itu saja ucapannya. Si laki-laki, kakaknya, pendiam, diam.

Istrinya yang ada di negerinya, melihat mimpi, dirinya sedang berhaji. Dibawakan mimpi itu kepada seorang ulama yang mentafsirkan mimpi. Disampaikan ceritanya begini, begini. Kata ulama itu, “Padahal perempuan itu tidak ibadah haji, tapi kok bisa mimpi? Suami saya saja yang berangkat.”

Apa beliau mentafsirkan?

“Coba tanya sama suami kamu, siapa yang menemani waktu haji?” Dia bilang, yang temani adalah adiknya yang perempuan. Kata beliau, “Ada sebuah kata yang telah diucapkan oleh adiknya yang perempuan, mengakibatkan ibadah hajinya dihadiahkan untuk kamu.” Itu tafsir mimpi.

Berarti, kata, “Apa yang kamu rindukan, dia pendek, kemudian ngga ada cantiknya,” menghapus ibadah hajinya, diambil sama istrinya si laki-laki itu, yang tidak sempat haji.

Itu memberikan tanda, bahaya lidah. Dan saya sudah sampaikan, Allah sengaja menaruhkan lidahnya dalam mulut yang ada dua pintu; dua bibir dan dua gigi. Dia tidak mudah keluar. Jadi kalau mau keluar lidahnya, angkat giginya, angkat bibirnya, berarti proses, kan. Tapi terlalu kita gampang, akhirnya kita tidak sadar.

Kata Rasulullah, “Barangsiapa yang menjaminkan ini (lidah), saya jamin dia masuk surga.” Biarpun kurang ibadah, biarpun kurang shalat malam, lail, yang lain, masih banyak kekurangan, tapi kata Rasul, “Ini (lidah), Kamu jamin ini (lidah)? Saya jamin kamu masuk surga.” Shadaqa Rasulullah.

Bapak ibu yang saya sayangi, jaga lidahnya. Sayang sholat malam kita, sayang puasa senin kamis kita, puasa nabi daud kita, Dhuha yang setiap hari kita. Jangan terlalu gampang kita menghadiahkan amal yang kita sudah capek untuk kita lakukan dan kita mohon diterima, dengan seenak-enak, mudah, gampang, kita hadiahkan ke orang lain. Jangan, sayang sekali. Jadi saya mohon semua Anda berpikir lebih bijaksana, lebih merasa malu.

Kata Rasulullah SAW bertanya kepada sahabat, Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut?

Kata sahabat, Orang yang bangkrut ya Rasulullah adalah orang yang sudah tidak punya harta lagi. Dia berbisnis, kemudian rugi dalam bisnisnya, habis, hancur.

Kata Rasulullah, Bukan

Kalau kita, bahasa kita, bangkrut adalah orang yang sudah jatuh dalam dunia bisnis, sudah habis hartanya, tidak bisa berdiri lagi. Tapi kata Rasul, “Bukan, bukan yang itu.” Kalau kerugian harta, gampang bisa diurus soal harta. Tapi kerugian yang besar, Al Muflis, “Man indahu minal ‘amalisholihati man jibal”, memiliki amal sholeh sebesar gunung-gunung, tinggi, banyak, sebesar gunung-gunung, datang hari kiamat, Allah tunjukkan amal sholehnya. Dia bangga dan senang saking banyaknya dan saking tingginya, tapi dia suka mencaci maki orang, gosip orang, fitnah orang, menzalimi orang, Allah menghapuskan semua amalannya dan dia habis itu masuk neraka.

          Persis apa yang telah diceritakan kepada Rasul SAW, seorang wanita tetangga masjid zaman Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, Ini wanita berpuasa, dan sholat malam tidak pernah berhenti. Tapi ya Rasulullah, dia punya satu masalah; tetangganya tidak selamat dari ucapannya. Lidahnya terlalu kejam sama tetangganya.” Kata Rasulullah, “Dia masuk neraka.” Puasanya? Qiyamul lail nya? “Qawwamah.” Dalam bahasa Arab, kalau berkata “Sawwamah” (berarti) baanyak puasa, “Qawwamah” (berarti) baanyaak qiyamul lail. (Jadi) bukan sebentar. “Qawwamah”, (berarti) saking sering qiyamul lail, saking sering berpuasa, diberi tambah kata dalam Bahasa Arab yang tertinggi, “Sawwamah”, “Qawwamah.” Tapi punya masalah ini, (lidah). Kata Rasulullah, “Dia masuk neraka.”

Itulah saking pengaruhnya kata negatif, dan disamping itu, kata positifnya sangat berguna, bermanfaat. Islam itu seimbang, ada bahaya, ada juga baik, ada positif ada juga negatif. Sebagaimana ada ancaman bagi orang yang mengucapkan kata-kata yang bisa membawa masuk neraka, ada juga kabar gembira bagi orang yang mengucapkan kata yang baik, Allah akan jadikan sedekah jariyah. “Perkataan yang baik itu, sedekah.” [Syahida.com]

Sumber: Syeikh Ali Jaber

Saturday, 9 December 2017

Untukmu mahasiswa yang jarang pulang

Image result for aktivis
Orang bilang anakku seorang aktivis.
Kata mereka namanya tersohor di kampusnya sana.
Orang bilang anakku seorang aktivis. Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat.
Orang bilang anakku seorang aktivis.
Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak?
Ibu bilang engkau hanya seorang putra/putri kecil ibu yang lugu.
Anakku, sejak mereka bilang engkau seorang aktivis, ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis.
Dengan segala kesibukanmu, ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat.
Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak?
Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak. Tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia…
Anakku, kita memang berada di satu atap nak, di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini. Tapi kini di manakah rumahmu nak?
Ilbu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini. Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu di rumah, dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu.
Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut.
Mungkin tawamu telah habis hari ini, tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu.
Ah, lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti, bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu.
Atau jangankan untuk tersenyum, sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja, katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline.
Padahal, andai kau tahu nak, ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini, memastikan engkau baik-baik saja, memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu.
Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak.
Tapi bukankah aku ini ibumu, yang 9 bulan waktumu engkau habiskan di dalam rahimku.
Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak.
Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu, engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu.
Engkau nampak amat peduli dengan semua itu, ibu bangga padamu.
Namun, sebagian hati ibu mulai bertanya nak, kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak?
Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu?
Kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak?
Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak?
Anakku, ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu.
Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu.
Memang nak, menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat, tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan.
Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?
Bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak? Anakku, ibu mencoba membuka buku agendamu.
Buku agenda sang aktivis.
Jadwalmu begitu padat nak, ada rapat di sana sini.
Ada jadwal mengkaji, ada juga jadwal untuk bertemu dengan tokoh-tokoh penting. Ibu membuka lembar demi lembarnya.
Di sana ada sekumpulan agendamu, ada sekumpulan mimpi dan harapanmu.
Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya, masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada di sana.
Ternyata memang tak ada nak, tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini. Tak ada cita-cita untuk ibumu ini. Padahal nak, andai engkau tahu, sejak kau ada di rahim ibu, tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu, selain cita danagenda untukmu, putra/putri kecilku…
Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka, mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional.
Boleh ibu bertanya nak, di mana profesionalitasmu untuk ibu?
Di mana profesionalitasmu untuk keluarga?
Di mana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat.
Ah, waktumu terlalu mahal nak.
Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu.
Setiap pertemuan pasti akan ada akhirnya.
Semoga dapat memberi interospeksi untuk kita.

🌴🌴APA YANG KITA PIKIRKAN SETELAH BANGUN TIDUR ?🌴



Image result for rezeki 
1. Saudaraku, apa yang anda pikirkan pagi ini ?
 
Jawabannya pasti macam-macam, ada yang memikirkan pekerjaan yang numpuk di kantor, mikirin harga, mikirin hutang, mikir mau kemana hari ini dan lain lain.
 Semua yang kita pikirkan lebih berorientasi pada diri sendiri, duniawi dan kemaslahatan pribadi.

2. Rasulullah Rasulullah shalallahu alaihi'wassalam bersabda :
"Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya maka Allah akn menanamkan 4 penyakit dlm dirinya : 

(1). kebingungan yang tiada putusnya
(2). kesibukan yg tidak ada ujungnya
(3). kebutuhan yang tidak terpenuhi dan
(4). keinginan yang tidak tercapai”
( HR. Ath Thabrani).

3. Karenanya itu tidaklah heran, jika dipagi hari yang cerah ini, banyak orang stress, bingung, resah, gelisah, dan takut akan berbagai penyakit dunia lainnya, karena didalam pikirannya hanya utk dunia !

4. Maka mulailah pagi harimu dengan menjaga hak Allah pada dirimu, dan bersyukhur karrna Dia masih memberi umur dan kesempatan untuk hidup,dengan demikian Allah akan menjaga ''dunia''-mu pula.

5. Apa yang perlu dikhawatirkan jika anda telah mendapatkan yang lebih baik dari dunia dan seisinya ?
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat shalat sunnah sebelum sholat subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim725).

6. Apa yang anda takutkan jika Allah yang Maha Memiliki alam semesta ini tlh menjamin hari-mu ?

7. "Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah...” (HR. Muslim No. 163).

8. Dan apa yang perlu diresahkan jika dengan dzikir pagimu, Allah akan mengangkat derajatmu ?

9. “Maukah kamu aku tunjukkan  perbuatan-mu yang terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu, lebih baik bagimu dari infak emas atau perak,...”Beliau bersabda: itulah “Dzikir kepada Allah Yang Maha tinggi.”(HR. At-Tirmidzi No. 3377).

10. Dengan berdzikir maka pagimu akan menjadi lebih indah dan berseri maka.... "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.”(QS. Ar-Ra’d: 28).

11. Lalu tutup pagimu dengan sholat dhuha, bersedekah untuk 360 persendianmu, maka Allah akan mencukupimu hingga sore hari.

12. Allah Ta’ala berfirman :
Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan 4 raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286).

13. “Manusia memiliki 360 persendian Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.
”Para sahabat pun mengatakan, “ Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah ?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di Masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5 : 354.

14. Betapa tenang dan damainya pagi hari jika kita mulai dengan memelihara hak Allah.

🌴🌴Selamat pagi, selamat bersyukur selamat menjemput rahmat dan karunia-Nya. Aamiin...🌴🌴

Saturday, 14 October 2017

Ketika keteguhan hati dan jiwa berpadu







Kobaran Semangatnya terpancar membara..
langkah gagah terlihatkan dalam perjalanan nya..
mata tajamnya penuh keseriusan..
usaha kegigihannya yang penuh cucuran keringat keteguhannya..

pengorbanan atas segala kecintaannya yang semu , tergantikan oleh suatu angan pencapaian keinginan perubahan.. 

semua di hadapi dengan penuh kepercayaan.
Tapi ketika…

Tumpuan langkah kaki menuntut ke tempat semula..
suatu suasana semu terselip kerinduan yang menghampirinya..
terlenakan oleh kesenangan tanpa kesadaran..

Sebuah waktu panjang menyelimuti dengan penuh kenyamanan..
Sampai suatu perubahan tergantikan oleh kesenangan kesenangan yang sia sia..

segala pengorbanan gugur perlahan oleh waktu yang terselimuti kenyamanan kesenangan kesenangan kehancuran..
berakhir dengan penuh ke sia-sia an.
Tetapi..

Sesosok tekad yang tak hancur oleh badai dan tak lekang oleh zaman..
dengan hati penuh kelembutan berlapis baja..

langkahan kegagahan berjuang melewati ilalang kesenangan yang melenakan..
dan tatapan keseriusan penuh kobaran pengorbanan..
akan selalu berjuang dalam suatu perubahan yang tidak akan tergantikan.
Di dalam jalan dakwah ini bukan hanya tentang cinta dan indahnya kasih sayang sesama ,
tapi dakwah juga mengenai pengorbanan , bukan pengorbanan mood mood tan tapi pengorbanan kesungguhan..

banyak dari kita yang teguh dalam dakwah ketika di awal , tapi ketika segala kesenangan kesenangan duniawi yang diselmuti oleh waktu luang yang begitu lama menghampirinya dengan senyuman penuh tipu daya , banyak dari mereka yang kalah oleh hawa nafsu nya dan membiarkan ke futuran mendominasi dirinya karna kurangnya asupan asupan iman dan jauh dari lingkungan lingkungan kebaikan..

tapi ada sedikit dari kebanyakan itu yang tetap berpegang teguh dan  yang tak lemah oleh cobaan serta yang selalu berkobar semangatnya..

ia adalah sesosok insan yang hanif dan ihsan yang selalu menjaga kadar imannya..
yang hatinya berlapis baja..
yang langkahnya penuh kegigihan..
yang semangatnya tak terkikis oleh putaran waktu.

Mereka adalah sesosok yang tak akan tergantikan dari segala yang tergantikan.
so LAKUKAN PERUBAHAN atau TERGANTIKAN oleh generasi yang lebih baik.
dan gugur menjadi sesosok yang penuh kesia siaan.


“Wahai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan satu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih ? yaitu kamu beriman kepada Allah dan RasulNya, lalu kamu berjuang di jalan Allah dengan harta dan diri kamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu andaikan jika kamu mengetahuinya. Allah akan mengampuni dosa-dosamu, dan Allah akan  memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan tempat tinggal yang baik di dalam surga. Itulah Keuntungan ( kemenangan dan kejayaan ) yang besar.” ( 61:10–12 )


Ketika Keteguhan hati , pengorbanan jiwa dan keseriusan tujuan bercampur dan bertekad di jalan allah subha nahu wata'ala..

Ketika itu lah keimanan yang akan berbicara tentang keteguhan dan pengorbanan yang lillah.