Monday, 2 January 2017

Umar Bertanya, Jawaban Abu Bakar Sama dengan Rasulullah

        SIAPA yang tak kenal dengan salah satu sahabat Rasulullah ini? Beliau termasuk Assabiqunal Awwalun dan salah satu dari empat khulafaurrasyidin.
Nama beliau adalah Abdullah bin Ustman (Abi Quhafah) bin Amir dari Bani Taim. Beliau lahir di kota Makkah dan wafat di kota Madinah.
Ash-shiddiq adalah gelar yang diberikan kepada Abu Bakar karena beliau adalah sahabat pertama yang membenarkan peristiwa isra’ mi’rajnya Rasulullah tanpa ragu sedikitpun disaat penduduk Makkah tidak mempercayai Rasulullah melakukan perjalanan tersebut.
“Apakah kamu mempercayai Sahabatmu? Ia mengaku telah melakukan perjalanan ke Baitul Maqdis tadi malam”, kata kaum musyrikin di suatu pagi.
Abu Bakar balik bertanya, ”Apa benar Muhammad mengatakan hal tersebut?”
“Benar”, jawab mereka.
Lalu Abu Bakar mengatakan, “Kalau begitu apa yang dikatakannya itu pasti benar. Dan jika ia mengatakan lebih dari itu maka aku akan membenarkannya pula.”
“Dan orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Q.S Az-zumar:33)
Sungguh sangat banyak kisah kemuliaan mengenai Abu Bakar radhiallahu anhu. Mulai dari keberanian beliau membela kebenaran, kedermawanannya, suka memerdekakan budak, memuliakan tamu dan sebagainya.  Sebelum masuk Islam, beliau sudah memiliki akhlak mulia tersebut.
Salah satu keistimewaan Abu Bakar adalah ketika jawaban beliau sama persis dengan jawaban Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Hal ini terjadi ketika peristiwa Hudaibiyah, dimana munculnya kekecewaan para sahabat yang batal menunaikan umrah pada tahun tersebut. Diantaranya Umar bin Khattab. Beliau bertanya,
“Bukankah engkau benar-benar Nabi Allah?”. Rasulullah menjawab, ”Ya.”
Umar berkata, ”Bukankah kita diatas kebenaran sedangkan musuh kita diatas kebatilan?”. Rasulullah menjawab, “Ya.”
Umar bertanya lagi, “Kalau begitu, mengapa kita menghinakan diri dalam agama kami?Rasulullah pun menjawab, ”Sesungguhnya saya adalah utusan Allah dan saya tidak akan bermaksiat kepada-Nya dan Dialah yang akan menolongku.”
Umar pun bertanya lagi, ”Bukankah engkau berkata bahwa kita akan datang ke Baitullah dan melakukan thawaf di sekelilingnya?”
Rasulullah menjawab, ”Ya, tapi apakah saya mengabarkan kepadamu bahwa kita akan datang ke Baitullah tahun ini?”
Maka Umar menjawab, ”Tidak.”
Lalu Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya engkau akan datang melakukan thawaf di sekelilingnya.”
Umar pun pergi mencari Abu Bakar. Umar bertemu dengannya dan bertanya kepadanya, ”Wahai Abu Bakar, bukankah beliau itu benar-benar Rasulullah?”. Abu Bakar menjawab, ”Ya.”
Umar berkata, ”Bukankah kita diatas kebenaran sedangkan musuh kita diatas kebatilan?”. Abu Bakar menjawab, “Ya, benar.”
Umar bertanya lagi, “Kalau begitu, mengapa kita menghinakan diri dalam agama kami?”
Abu Bakar pun menjawab, ”Sesungguhnya beliau adalah utusan Allah dan beliau tidak akan bermaksiat kepada-Nya dan Dialah yang akan menolongnya. Berpegangteguhlah kepadanya dan jangan menyalahinya. Sesungguhnya beliau berada dalam kebenaran.”
Umar pun bertanya lagi, ”Bukankah beliau berkata bahwa kita akan datang ke Baitullah dan melakukan thawaf di sekelilingnya?”
Abu Bakar menjawab, ”Ya, tapi apakah beliau mengabarkan kepadamu bahwa kita akan datang ke Baitullah tahun ini?”
Maka Umar menjawab, ”Tidak.”
Lalu Abu Bakar berkata, ”Sesungguhnya engkau akan datang melakukan thawaf di sekelilingnya.”
MasyaAllah, Abu Bakar begitu mencintai Allah dan Rasul-Nya. Bagaimana sampai jawaban beliau sama dengan jawaban Nabi Muhammad tanpa ada kesepakatan sebelumnya  atau isyarat dari siapapun.
Maka, apakah kita sudah mencintai Allah dan Rasul-Nya seperti yang dilakukan Abu Bakar Ash-shiddiq ataupun sahabat Rasulullah lainnya? []
Sumber: Shahih Bukhari dalam kitab Asy Syuruth, bab Asy Syuruth fil Jihad. Fariq Gasim Anuz dalam buku Abu Bakar Ash-Shiddiq, Kepemimpinan dan Kelembutan Akhlak Pembela Nabi
sumber web : www.islampos.com 

(HIJRAH 1) kisah USTAD JEFRY, MANTAN PECANDU YANG TOBAT DAN MENJADI USTADZ


Ustadz ganteng ini laris diminta berdakwah. Perjalanan hidup Jeffry Al Buchori sungguh dahsyat. Penuh gejolak dan tikungan tajam. Proses pergulatan yang luar biasa ia alami sampai ia menemukan kehidupan yang tenang dan menenteramkan. Simak kisahnya yang sangat memikat mulai nomor ini.


Sebetulnya aku tidak ingin bercerita banyak tentang masa laluku. Maklum, masa laluku sangat kelam. Namun, setelah kupikir, siapa tahu perjalanan hidupku ini bisa menjadi pelajaran bagi orang lain. Baiklah, aku bersedia membagi pengalaman hidupku pada para pembaca. Insya Allah, ada gunanya.
Aku lahir dengan nama Jeffry Al Buchori Modal pada 12 April 1973 di Jakarta. Waktu aku lahir, keluargaku memang sudah menetap di Jakarta. Aku lahir sebagai anak tengah, maksudku anak ke-3 dari lima bersaudara. Tiga saudara kandungku laki-laki, dan si bungsu adalah perempuan. Layaknya bersaudara, hubungan kami berlima cukup dekat. Sekadar bertengkar, sih, wajar saja. Apalagi, jarak usia kami tidak berjauhan.
Apih (panggilan Jefri untuk ayahnya, Red.), M. Ismail Modal, adalah pria bertubuh tinggi besar asli Ambon, sedangkan Umi, begitu aku biasa memanggil ibu, Tatu Mulyana asli Banten. Apih mendidik kami berlima dengan sangat keras. Tapi, kalau tidak begitu, aku tidak akan merasakan manfaat seperti sekarang. Kalau kami sampai lupa salat atau mengaji, wah, jangan ditanya hukuman yang akan diberikan Apih. Dalam hal agama, Apih dan Umi memang mendidik kami secara ketat.
Namun, sebetulnya Umi adalah seorang ibu yang amat sabar dan lembut dalam menghadapi anak-anaknya. Apih pun orang yang selalu bersikap obyektif. Dia akan membela keluarganya mati-matian bila memang keluarganya yang benar. Sebaliknya dia tidak segan-segan menyalahkan kami bila memang berbuat salah.
Berada di lingkungan keluarga yang taat agama membuatku menyukai pelajaran agama. Sewaktu kelas 5 SD, aku pernah ikut kejuaraan MTQ sampai tingkat provinsi. Selain agama, pelajaran yang juga kusukai adalah kesenian. Entah mengapa, aku suka sekali tampil di depan orang banyak. Oh ya, setelah kenaikan kelas, dari kelas 3 aku langsung melompat ke kelas 5. Jadilah aku sekelas dengan kakakku yang kedua.
BERKEPRIBADIAN GANDA
Lulus SD, Apih memasukkanku dan kedua kakakku ke sebuah pesantren modern di Balaraja, Tangerang. Beliau ingin kami mendalami pelajaran agama. Rupanya tidak semua keinginannya bersambut, semua ini karena kenakalanku.
Orang bilang, anak tengah biasanya agak nakal. Aku tidak tahu ungkapan itu benar atau tidak. Yang jelas hal itu berlaku padaku. Sebagai anak tengah, aku sering membuat orang tua kesal. Di pesantren, aku sering berulah.
Salah satu kenalakanku, di saat yang lain salat, aku diam-diam tidur. Kenakalan lain, kabur dari pesantren untuk main atau nonton di bioskop adalah hal biasa. Sebagai hukumannya, kepalaku sering dibotaki. Tapi, tetap saja aku tak jera.
Tampaknya aku seperti punya kepribadian ganda, ya. Di satu sisi aku nakal, di sisi lain keinginan untuk melantunkan ayat-ayat suci begitu kuat. Tiap ada kegiatan keagamaan, aku selalu terlibat. Bersama kedua kakakku, aku juga pernah membuat drama tanpa naskah berjudul Kembali Ke Jalan Allah yang diperlombakan di pesantren. Ternyata karya kami itu dinilai sebagai drama terbaik se-pesantren.
Bahkan, aku juga juara lomba azan, lomba MTQ, dan qasidah. Akan tetapi, entah kenapa, aku juga tak pernah ketinggalan dalam kenakalan. Tinggal dalam lingkungan pesantren, kelakuan burukku bukannya berkurang, malah makin menjadi. Puncaknya, aku sudah bosan bersekolah di pesantren.
Akhirnya, hanya empat tahun aku di pesantren. Dua tahun sebelum menamatkan pelajaran, aku keluar. Lalu, Apih memasukkanku ke sekolah aliyah (setingkat SMA, Red.). Rupanya keluar dari pesantren tidak membuatku lebih baik. Aku yang mulai beranjak remaja justru jadi makin nakal.
KENAL DUNIA MALAM
Memang, sih, tiap ada acara keagamaan aku tak pernah ketinggalan. Namun, aku juga selalu mau bila ada teman mengajak ke kantin sekolah. Bukan untuk jajan, tapi memakai narkoba! Aku juga sering kabur dan pergi tanpa tujuan yang jelas. Ya, aku seperti burung lepas dari sangkar, terbang tak terkendali.
Masa SMA memang suram bagiku. Masa yang tak pernah lengkap. Maksudnya, aku tak punya teman sebaya. Kenapa? Ya, meski usiaku masih 15 tahun, aku bergaul dengan pemuda berusia 20 tahunan. Pacaran pun dengan yang lebih tua. Di sekolah ini aku hanya bertahan setahun. Pindah ke SMA lain, keseharianku tak jauh berbeda. Malah makin parah.
Dari perkenalan dengan beberapa teman, aku mengenal petualangan baru. Umur 16 tahun, aku mulai kenal dunia malam. Aku masuk sekolah hanya saat ujian. Buatku, yang penting lulus. Aku lebih suka mendatangi diskotek untuk menari. Terus terang, aku memang tertarik pada tarian di diskotek. Tiap ke sana, diam-diam aku selalu mempelajari gerakan orang-orang yang nge-dance. Lalu kutirukan.
Aku jadi seorang penari, bertualang dari satu diskotek ke diskotek lain, tenggelam dalam dunia malam. Saat ada lomba dance, aku mencoba ikut. Usahaku tak sia-sia. Beberapa kali aku berhasil memboyong piala ke rumah sebagai the best dancer. Selain itu, aku juga berhasil jadi penari di Dufan pada tahun 1990, meski hanya selama setahun. Sampai sekarang masih banyak temanku yang jadi penari di sana.
Aku juga pernah jadi foto model, bahkan ikut fashion show di diskotek. Mungkin waktu itu aku merasa sangat cakep, ya. Tapi menurutku, kegiatan-kegiatan itu masih positif, meski terkadang aku suka minum. Dengan segala kebengalanku, tahun 1990 aku berhasil lulus SMA.
MAIN SINETRON
Aku mengalami masa yang menurutku paling dahsyat setelah tamat SMA. Ceritanya salah seorang teman penari, memperkenalkanku pada Aditya Gumai yang saat itu aktif di dunia seni peran. Dari Aditya aku mengenal dunia akting. Waktu itu, kami masih latihan menari di Taman Ismail Marzuki. Saat latihan pindah ke Gedung Pemuda di Senayan, mulailah aku main sinetron. Mulanya aku hanya mengamati para pemain yang sedang syuting, sambil diam-diam belajar.
Aku memang suka mencuri ilmu. Waktu tidur di kos salah satu temanku di dekat kampus Institut Kesenian Jakarta, aku sering mencuri ilmu juga dari para mahasiswa. Kalau mereka sedang kuliah atau praktik, aku sering mengamati mereka.
Nah, ketika para pemain sinetron sedang latihan, terkadang aku menggantikan salah satunya. Ternyata aku ditertawakan. Karena pada dasarnya aku orang yang enggak suka diperlakukan seperti itu, aku malah jadi terpacu. Aku makin giat berlatih akting secara otodidak. Akhirnya, saat yang senior belum juga dapat giliran main, aku sudah mendapat peran. Aku diajak Aditya main sinetron. Waktu dikasting, aku berhasil mendapat peran.
Tahun 1990, aku main sinetron Pendekar Halilintar. Saat itu, sinetron masih dipandang sebelah mata oleh bintang film. Namun, Apih mati-matian menentangku. Kenapa? Rupanya Apih tahu persis seperti apa lingkungan dunia film. Dulu, beliau juga pernah main film action, antara lain Macan Terbang dan Pukulan Berantai. Dari beliaulah aku menuruni darah seni.
Ditentang Apih tak membuat langkahku surut. Mungkin jalan hidupku memang harus begini. Tak satu pun larangan Apih yang mampir ke otakku untuk kujadikan bahan pikiran. Nasihat Apih tak lagi kudengarkan. Tawaran untuk main sinetron yang berdatangan membuatku makin yakin, inilah yang kucari. Aku tak mau menuruti keinginan orang tua karena merasa diriku benar. Akhirnya konflik antara aku dan orang tuaku pecah.
Sebagai bentuk perlawananku pada orang tua, aku tak pernah pulang ke rumah. Tidur berpindah-pindah di rumah teman. Rambut juga kupanjangkan. Aku seperti tak punya orang tua. Bahkan, tak pernah terlintas dalam benakku bahwa suatu hari mereka akan pulang ke haribaan. Yang kupikirkan hanya kesenangan dan egoku semata.
Pada saat bersamaan, karierku di dunia seni peran terus melaju. Aku semakin mendapatkan keasyikan. Setelah itu, aku mendapat peran dalam sinetron drama Sayap Patah yang juga dibintangi Dien Novita, Ratu Tria, dan almarhum WD Mochtar.
Aku semakin merasa pilihanku tak salah setelah dinobatkan sebagai Pemeran Pria Terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI tahun 1991. Aku bangga bukan main, karena merasa menang dari orang tua. Kesombonganku makin menjadi. Aku makin merasa inilah yang terbaik buatku, ketimbang pilihan orangtuaku.
***
“DI KABAH, KUMINTA AMPUNAN ALLAH”
Tawaran main sinetron berdatangan menghampiri Jeffry. Seiring dengan itu, ia makin tenggelam dalam dunianya yang kelam.
Sejak kenal sinetron, aku makin menyukai dunia akting. Aku tak peduli meski Apih menentangku. Namun, belakangan aku paham, di balik etidaksetujuannya, sebetulnya orang menyimpan rasa bangga. Orang tua cerita, mereka sedang ke Tanah Suci membawa rombongan ibadah haji saat sinetron Sayap Patah yang kumainkan ditayangkan.
Ternyata, mereka nonton sinetronku. Komentar mereka membanggakanku. Mereka mengakui, ternyata aku bisa berprestasi. Setelah itu, aku mendapat berbagai tawaran main, antara lain sinetron Sebening Kasih, Opera Tiga Jaman, dan Kerinduan. Selain namaku makin mencuat, rezeki juga terus mengalir.
Namun, aku malah jadi lupa diri. Ketenaran tidak penting buatku. Yang penting menikmati hidup. Dunia malam terus kugeluti. Kalau ke diskotek, aku tak lupa mengonsumsi narkoba. Bahkan, untuk urusan yang satu ini, aku bisa dibilang tamak. Biasanya, aku meminum satu pil dulu. Kalau kurasa belum “on”, kuminum satu lagi. Begitu seterusnya.
Akhirnya, aku jadi sangat mabuk. Pandanganku pun jadi kabur. Mau melihat arloji di tangan saja, aku harus mendekatkannya ke wajahku, sambil menggoyang-goyangkan kepala dan membelalakkan mata supaya bisa melihat dengan lebih jelas. Parah, ya? Begitulah kebandelanku terus berlangsung.
KECANDUAN KIAN PARAH
Suatu hari di tahun 1992, Apih meninggal karena sakit. Aku menyesal bukan main karena selama ini selalu mengabaikan nasihat Apih. Menjelang kepergiannya, aku berdiri di samping tempat tidurnya di rumah sakit sambil menangis. Melihatku seperti itu, Apih mengatakan, laki-laki tak boleh menangis. Laki-laki pantang keluar air mata. Bayangkan, bahkan di saat-saat terakhirnya pun Apih tetap menunjukkan sikapnya yang penuh kasih padaku yang durhaka ini.
Sore itu aku dimintanya pulang ke rumah dan beliau memberiku ongkos. Aku menurut. Begitu aku pulang, Allah mengambilnya. Aku syok berat. Saat Apih dimakamkan, aku turun ke liang lahat dan memeluk jasadnya. Aku tak mau beranjak meski makam akan ditutup. Aku tak mau melepas kepergiannya. Aku menyesali perbuatanku. Selama Apih masih hidup, aku tak pernah mau mendengarkan ucapannya.
Sejak itu, Umi membesarkan kami berlima. Hidupku terus berjalan. Bukan ke arah yang baik, namun aku kembali ke masa seperti dulu. Penyesalan yang sebelumnya begitu menghantuiku karena ditinggal Apih, seolah lenyap. Kebandelanku bahkan makin menjadi sepeninggal Apih. Kesombonganku juga lebih besar dari sebelumnya karena merasa berprestasi dan punya uang banyak. Tak seorang pun kudengarkan lagi nasihatnya.
Ketika temanku menasihati, aku mencibir. Siapa dia sampai aku harus mendengarkan ucapannya? Ucapan orang tua saja tak kugubris. Aku tenggelam dalam duniaku sendiri dan jadi pecandu narkoba. Waktu itu, aku beralasan karena ada masalah di rumah. Padahal, sebetulnya alasan apa pun, termasuk broken home atau teman, tidak bisa dijadikan alasan. Diri sendirilah alasannya, karena bagaimana pun, kita lah yang menentukan semua yang terjadi pada diri kita.
Jadi, tidak perlu membawa-bawa orang lain atau keadaan. Namun, kesadaran seperti ini mana mungkin muncul pada diriku yang waktu itu sangat arogan? Aku makin jauh dari Tuhan. Padahal, sebelah rumahku ada masjid. Ketika orang berpuasa di bulan Ramadan pun, aku tetap melakukan kemaksiatan. Lalu, saat Lebaran tiba dan orang-orang sibuk bertakbir, aku malah sibuk mencari celah waktu dan tempat di mana aku bisa berbuat maksiat.
Semua ilmu agama yang pernah kupelajari dan kemampuan membaca Quran seperti hilang. Akal sehatku seperti hilang. Kecanduanku pada narkoba juga makin parah, bahkan sampai mengalami over dosis dan aku hampir mati. Kejahatan demi kejahatan moral terus kulakukan.
NAMA DICORET
Tak perlu aku menceritakan detail tentang kejahatan yang kulakukan. Yang jelas, suatu hari aku merasa menderita karena ketakutan setelah melakukan sebuah perbuatan. Aku benar-benar ketakutan! Aku jadi gampang curiga pada siapa saja. Aku selalu berburuk sangka pada apa pun. Kesombonganku pada uang dan prestasi lenyap digantikan ketakutan. Yang kulakukan setiap hari adalah berdiam diri di kamar, dengan selalu berpikiran bahwa setiap orang yang datang akan membunuhku. Aku sibuk mengintip dari bawah pintu, siapa tahu ada orang datang untuk membunuhku.
Telingaku jadi sangat sensitif. Aku sering merasa mendengar ada orang sedang berjalan di atap rumah ingin membunuhku. Aku tersiksa selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Orang-orang mengatakan, aku sudah gila.
Pada saat bersamaan, kecanduanku pada narkoba membuatku termasuk dalam daftar hitam dunia sinetron. Namaku dicoret. Tak ada lagi yang mau memakaiku sebagai pemain. Selain itu, cewek-cewek yang ada di dekatku juga menjauh. Dulu aku termasuk playboy.
Di saat aku sendiri, ada Umi yang selama ini sudah sangat sering kusakiti hatinya. Umi tetap menyayangiku dengan cintanya yang besar. Seburuk apa pun orang berkomentar tentang aku, hati Umi tetap baik dan sabar. Air matanya tak pernah kering untuk mendoakan anak-anaknya, terutama aku agar berubah jadi lebih baik.
Doa tulus Umi dikabulkan Allah. Sungguh luar biasa, Allah menunjukkan kebaikan-Nya padaku. Allah memberiku kesempatan untuk bertobat. Kesadaran ini muncul lewat suatu proses yang begitu mencekamku.
DIAJAK UMI UMRAH
Sungguh, aku merasa sangat ketakutan ketika suatu hari bermimpi melihat jasadku sendiri dalam kain kafan. Antara sadar dan tidak, aku terpana sambil bertanya pada diri sendiri. Benarkah itu jasadku? Aku juga disiksa habis-habisan. Begitulah, setiap tidur aku selalu bermimpi kejadian yang menyeramkan. Dalam tidur, yang kudapat hanya penderitaan. Aku jadi takut tidur. Aku takut mimpi-mimpi itu datang lagi.
Aku juga jadi takut mati. Padahal dulu aku sempat menantang maut. Meminta mati datang karena aku tak sanggup lagi bertahan saat ada masalah dengan seorang cewek. Sebetulnya sepele, kan? Tapi masalah itu kuberat-beratkan sendiri. Rasa takut mati itulah yang akhirnya membuatku sadar bahwa ada yang tidak meninggalkanku dalam keadaan seperti ini, yaitu Allah.
Aku teringat kembali pada-Nya dan menyesali semua perbuatanku selama ini. Pelan-pelan, keadaanku membaik. Kesadaran-kesadaran itu datang kembali. Aku menemui Umi, bersimpuh meminta maaf atas semua dosa yang kulakukan. Umi memang luar biasa. Betapa pun sudah kukecewakan demikian rupa, beliau tetap menyayangi dan memaafkanku. Umi lalu mengajakku berumrah.
Dengan kondisiku yang masih labil dan rapuh, kami berangkat ke Tanah Suci. Kali ini aku berniat sembuh dan kembali ke jalan Allah. Di sana, aku mengalami beberapa peristiwa yang membuatku sadar pada dosa-dosaku sebelumnya. Usai salat Jumat di Madinah, Umi mengajakku ke Raudhoh. Aku tak tahu apa itu Raudhoh, tapi kuikuti saja. Umi terus meminta ampunan pada Allah.
Aku lalu keluar, berjalan menuju makam Nabi Muhammad. Aku bersalawat. Begitu keluar dari pintu masjid, rasanya seperti ada yang menarikku. Aku mencoba berjalan sekuat tenaga, tapi tak bisa. Kekuatan itu rasanya sangat besar. Aku lalu bersandar pada tembok. Air mataku yang dulu tak pernah keluar, kini mengalir deras. Aku menyesali dosa-dosaku, dan berjanji tak akan melakukan lagi semua itu.
Bagai sebuah film yang sedang diputar, semua dosa yang pernah kulakukan terbayang jelas di pelupuk mataku silih berganti, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Tiba-tiba dari mulutku keluar kalimat permintaan ampunan pada Allah. Di Mekkah, di hadapan Kabah, aku merapatkan badan pada dindingnya.
Aku bersandar, menengadahkan tangan memohon ampun karena terlalu banyak dosa yang kulakukan. Seandainya sepulang dari Tanah Suci ini melakukan dosa lagi, aku minta pada Allah untuk mencabut saja nyawaku. Namun, seandainya punya manfaat untuk orang lain, aku minta disembuhkan. Aku yang dulu angkuh, sekarang tak berdaya. Setelah pulang beribadah, aku membaik. Aku mencoba bertahan dalam kondisi bertobat itu, tapi ternyata sulit luar biasa.
*****
BIDADARI CANTIK JADI PEMBANGKIT HIDUP
Setelah berkali-kali jatuh-bangun, akhirnya Jeffry kembali dekat pada agama. Kasih sayang kekasih yang akhirnya menjadi istri ikut menjadi pembangkit semangatnya. Perjuangannya menjadi ustaz cukup berat sampai akhirnya ia sukses jadi penceramah. Sepulang umrah, aku mencoba hidup lurus. Namun, lagi-lagi aku tergoda. Suatu malam, aku dan teman-teman berencana nonton jazz di Ancol. Aku memperingatkan mereka untuk tidak bawa narkoba, karena
kami sudah sepakat untuk berhenti memakai. Ternyata, salah satu temanku masih saja membawa cimeng. Apesnya, kami dirazia polisi di depan Hailai.
Teman-temanku yang lain kabur. Tinggallah aku, temanku yang membawa cimeng, dan satu teman lain. Aku sulit kabur karena mobil yang kami pakai adalah mobilku. Akhirnya kami bertiga dibawa ke kantor polisi dan ditahan. Aku dilepas karena tak terbukti membawa. Kucoba telepon Umi untuk menjelaskan masalah ini, tapi Umi tak mau menerima teleponku.
Si penerima telepon malah diminta Umi untuk mengatakan, beliau tak anak bernama Jeffry. Hatiku tercabik-cabik. Pedih rasanya tak diakui sebagai anak oleh Umi. Kuakui, pastilah hati Umi sudah sedemikian sakitnya. Bayangkan, aku yang sebelumnya sudah mengaku bertobat, malah kembali memilih jalan yang salah. Meski aku sudah bersumpah demi Tuhan tidak memakai narkoba lagi, Umi tak percaya lagi. Itulah puncak kemarahan Umi Sungguh bersyukur, Allah masih berkenan menolongku. Datang seorang gadis cantik dalam hidupku. Ia mau menerimaku apa adanya. Sebelumnya, banyak gadis meninggalkanku sehingga aku merasa sebatang kara dalam cinta. Gadis bernama Pipik Dian Irawati ini seorang model sampul sebuah majalah remaja tahun 1995, asal Semarang.
CUEK SAAT PACARAN
(Berikut ini adalah penuturan Pipik: Aku pertama kali melihatnya sedang makan nasi goreng di Menteng sekitar tahun 1996 – 1997. Rambutnya gondrong. Waktu itu, aku bersama Gugun Gondrong. Setahuku, Jeffry adalah pemain sinetron Kerinduan, karena aku mengikuti ceritanya. Aku ingin berkenalan dengannya, tapi Gugun melarangku.
Tak tahunya, waktu buka puasa bersama di rumah Pontjo Sutowo, aku bertemu lagi dengannya. Rambutnya sudah dipotong pendek. Aku nekat berkenalan. Kami mulai dekat dan saling menelepon. Aku enggak tahu kapan kami resmi pacaran, karena enggak pernah “jadian”. Dia juga tak pernah menyatakan cinta. Waktu pacaran, dia cuek setengah mati.
Awalnya, semangatnya boleh juga. Pertama kami pergi bareng, dia datang ke rumah di Kebon Jeruk, di tengah hujan deras dari rumahnya di Mangga Dua. Jeffry naik taksi dengan memakai jins dan sepatu bot. Ia yang hanya bawa uang Rp 50 ribu, mengajakku nonton di Mal Taman Anggrek. Di dalam bioskop, kami seperti nonton sendiri-sendiri. Dia diam saja selama nonton.
Sejak itu, kami sering jalan bareng, karena kami memang hobi nonton dan makan. Semakin dekat dengannya, aku makin tahu ternyata dia pemakai narkoba kelas berat. Teman-temanku mulai bertanya, mengapa aku mau berpacaran dengannya. Aku sendiri tak tahu persis alasannya. Mungkin rasa sayang yang sudah terlanjur muncul dalam hati yang membuatku mau bertahan. Hatiku terenyuh dan tak mau meninggalkan dia sendiri.
Tentu saja keluargaku tak ada yang tahu, karena sengaja kusembunyikan. Mungkin mereka baru tahu sekarang, setelah membaca kisah hidupnya di berbagai media. Sementara itu, aku sibuk tur keluar kota sebagai model, sehingga kami sering tak ketemu. Akhirnya kami putus. Waktu akhirnya ketemu lagi, ternyata dia sudah punya pacar lagi. Karena masih sayang, aku sering membawakannya hadiah dan memberi perhatian. Setelah Jeffry putus dari pacarnya, kami kembali bersatu.)
JUALAN KUE
Pipik sangat berarti buatku. Dia mengerti, peduli dan perhatian padaku. Padahal, aku sempat hampir menikah dengan orang lain. Ternyata Allah sayang padaku. Allah menunjukkan, wanita yang nyaris kunikahi itu bukan untukku. Pipik bagai bidadari yang datang dengan cinta yang besar. Ia memberi keyakinan, menikah dengannya akan membawa perubahan besar dalam hidupku.
Aku mendatangi Umi dan minta izin untuk menikah. Luar biasa, Umi tetap menerimaku dengan segala kasih sayangnya. Sambil menangis, Umi mengizinkanku menikah. Aku sendiri terbilang nekat. Sebab, waktu itu aku tak punya-apa. Badan pun kurus kering, dengan mata belok, dan penyakit paranoid yang kuderita tak kunjung sembuh. Bahkan, pekerjaan pun aku tak punya.
Untuk menghindari maksiat, kami menikah di bawah tangan pada tahun 1999. Teman-temanku yang sekarang sudah meninggal karena over dosis, sempat menghadiri pernikahanku. Setelah itu, kami tinggal di rumah Umi. Sekitar 4 – 5 bulan setelah itu, kami menikah secara resmi di Semarang.
Namun, menikah rupanya tak cukup menghentikan kebandelanku. Istriku pun merasakan getahnya. Aku pernah memakai narkoba di depannya, dan menggunakan uangnya untuk membeli barang haram tersebut.
Kesulitan lain, aku dan Pipik sama-sama menganggur. Pernah kami mencoba berdagang kue. Malam hari kami menggoreng kacang, esok paginya bikin kue isi kacang dan susu. Lalu kami titipkan ke toko kue.
Tapi mungkin rezeki kami bukan di situ. Kue yang kami buat hanya laku beberapa buah. Dalam sehari kami hanya membawa pulang Rp 200 – 300. Akhirnya kami berhenti berjualan kue. Kehidupan kami selanjutnya kami jalani dengan penuh perjuangan sekaligus kesabaran.
MAKAN SEPIRING BERDUA
(Kesetiaan Pipik begitu luar biasa. Simak penuturannya berikut ini. Perasaan sayang yang sangat kuat membuatku mantap menikah dengannya. Aku tak peduli lagi meski dia pecandu, bahkan pernah mengalami over dosis dan hampir gila karena paranoidnya. Aku banyak mengalami hal-hal luar biasa dengannya. Kalau tidak sabar, mungkin aku sudah tidak bersamanya lagi.
Awal menikah, kami tinggal di rumah Umi. Meski hidup seadanya, beliaulah yang membiayai hidup kami. Aku dan Jeffry tak jarang makan sepiring berdua, karena memang benar-benar tak ada yang bisa dimakan. Berat rasanya jadi istri dari suami penganggur, apalagi setelah menikah aku tidak lagi bekerja.
Tapi aku yakin, Allah tidak mungkin memberikan cobaan pada umat-Nya melebihi kemampuannya. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang akan diberikan Allah padaku. Beruntung, Umi sangat sayang padaku.
Aku sendiri tak jera memberi masukan padanya untuk mengubah hidup. Kami sama-sama saling belajar menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Pelan-pelan, hidupnya mulai berubah menjadi lebih baik, terutama setelah aku hamil. Mungkin dia sendiri sudah capek dengan kehidupannya yang seperti itu.)
HIDUP DI JALAN ALLAH
Pelan-pelan, aku kembali dekat pada agama. Perubahan besar terjadi dalam hidupku pada tahun 2000. Kala itu, Fathul Hayat, kakak keduaku yang setengah tahun silam meninggal karena kanker otak, memintaku menggantikannya memberi khotbah Jumat di Mangga Dua. Pada waktu bersamaan, dia diminta menjadi imam besar di Singapura.
Fathul memang seorang pendakwah. Selama dia di Singapura, semua jadwal ceramahnya diberikan padaku. Pertama kali ceramah, aku mendapat honor Rp 35 ribu. Uang dalam amplop itu kuserahkan pada Pipik. Kukatakan padanya, ini uang halal pertama yang bisa kuberikan padanya. Kami berpelukan sambil bertangisan.
Selanjutnya, kakakku memintaku untuk mulai menjadi ustaz. Inilah jalan hidup yang kemudian kupilih. Betapa indah hidup di jalan Allah. Aku mulai berceramah dan diundang ke acara seminar narkoba di berbagai tempat. Namun, perjuanganku tak semudah membalik telapak tangan. Tak semua orang mau mendengarkan ceramahku karena aku mantan pemakai narkoba. Tapi aku mencoba sabar.
Alhamdulillah, makin lama ceramahku makin bisa diterima banyak orang. Bahkan sekarang, aku banyak diundang untuk ceramah di mana-mana, termasuk di luar kota dan stasiun teve. Aku bersyukur bisa diterima semua kalangan. Aku pun ingin berdakwah untuk siapa saja. Aku ingin punya majelis taklim yang jemaahnya waria. Mereka, kan, juga punya hak untuk mendapatkan dakwah.
Kebahagiaan kami bertambah ketika tahun 2000 itu, lahir anak pertama kami, Adiba Kanza Az-Zahra. Dua tahun kemudian, anak kedua Mohammad Abidzan Algifari juga hadir di tengah kami. Mereka, juga istriku, adalah inspirasi dan kekuatan dakwahku. Kehidupan kami makin lengkap rasanya.
Sampai sekarang, aku masih terus berproses berusaha menjadi orang yang lebih baik. Semoga, kisahku ini bisa jadi bahan pertimbangan yang baik untuk menjalani hidup. Pesanku, cintailah Tuhan dan orangtuamu, serta pilihlah teman yang baik.
sumber referensi : https://jauhinarkoba.com/biografi-ustad-jefry-mantan-pecandu-yang-tobat-dan-kini-menjadi-ustad-yang-terkenal/

Wednesday, 21 September 2016

12 CIRI SUAMI YANG SAYANG ISTERI


Dibawah ini merupakan 12 ciri suami yang sayang banget dengna isterinya, ini merupakan karya bebas jadi bisa jadi kebenarannya tidak 100% benar hanya referensi saja bisa jadi suami anda mempunyai cara tersendiri unutk menyayangi anda:
1.       Suami yang sayang isteri itu yang mencari rizki halal bagi pasangan hidupnya dan anak-anaknya, dia tidak mau keluarganya dikotori yang haram.
2.       Suami yang sayang isteri itu tidak membiarkan aurat isteri terlihat oleh bukna makhram, Karena keindahan isteri hanya bagi yang halal baginya.
3.       Suami yang sayang isteri akan menasehati isteri dengan cara yang ma’ruf Karena isteri juga membutuhkan bimbingan dari seorang suami.
4.       Suami yang sayang isteri membantu melejitkan potensi yan gada pada isteriny atanpa membiarkan isterinya melanggar aturan-aturan syara.
5.       Suami yang sayang isteri akan membantu isteri dalam mendidik anak-anaknya , dengan menjalankan perannya sebagai ayah.
6.       Suami yang sayang isteri akan mendengarkan curahan hati isterinya, hal ini menjaga agar isteri tidak curhat pada orang lain.
7.       Suami yang sayang isteri senang memberi kejutan-kejutan kecil kepada isterinya, tidak perduli mahal atau murah yang penting perhatiannya
8.       Suami yang sayang isteri akan bisa menerima nasehat yang menyejukkan dari isterinya demi untuk kebaikann dunia dan akhiratnya.
9.       Suami yang sayang isteri akan memahami kondisi hormonal isterinya pada saat PMS.
10.   Suami yang sayang isteri mau berdandan rapid an wangi ketika bersama isterinya, hindari makan yang menyebabkan bau mulut, yang bisa membuyarkan kemesraan.
11.   Suami yang sayang isteri mau membantu meringankan pekerjaan rumah, ini saalah satu ajang agar adanya kemesraan.
12.   Suami yang sayang isteritidak merendahkan isteri dihadapan anak-anaknya, sehingga anak-anak akan jadi orang yang memuliakan pasangan dan orang tua adalah teladannya.
SEKIAN SEMOGA BERMANFAAT,

WASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHIWABARAKATUH J

RAHASIA DIBALIK URUTAN TINGGI JARI


Para pembaca yang berbahagia, begitu banyak kenikmatan yang allah berikan pada manusia.
Salah satunya adalah diberikannya tangan dan kaki yang sangat besar manfaat dan kegunaannya dan didalam tangan tersebut ada jari jemari yang memiliki banyak sekali fungsi dan kegunaannya, ya segala organ tubuh yang allah berikan memang memiliki fungsi yang amat canggih bahkan tidak ada manusia pun yang mampu membuat sama persis dengan buatan-Nya. Nah pernahkah kita berfikir, mengapa jari kita tidak memiliki ukuran yang sama atau bahkan mengapa panjangnya yang sama, atau mengapa itu semua harus ada pada manusia ?
Ternyata itu semua memiliki makna tertentu, seperti apa ?
Berikut merupakan rahasia dibalik tinggi jari manusia.
-            Jari kelingking, kelingking merupakan ukuran jari yang paling kecil namun memiliki tinggi lebih dari jempol, jari kelingking ini merupakan symbol dari zaman nabi adam, mengapa demikian hal ini dikarenakan nabi adam merupakan nabi yang pertama. Apabila dikaji lagi setiap tulisan selalu diawali dari arah kanan sehingga jari tangan manusia merupakan symbol dari lafadz allah dan huruf alif yang mengawali lafadz allah berada pada jari kelingking yang mana itu merupakan symbol permulaan dan itu merupakan symbol dari nabi adam.
-          Jari manis, ini merupakan symbol dari nabi idris karena ukuran jari manis yang lebih tinggi dibandingkan dengan jari kelingking hal itu mengartikan bahwa kehidupan yang dialami pada zaman nabi idris sungguh mengalami peradaban yang lebih tinggi dibandingkan dengan nabi adam alias semakin berkembang.
-          Jari tengah, mengapa jari ini lebih tinggi dibandingkan dengan dua jari sebelumnya jari manis dan jari kelingking ? ini menandakan bahwa kehidupan zaman nabi nuh merupakan puncak peradaban dimana segala sendi kehidupan pada zaman itu telah sampai pada puncak tertingginya. Namun sungguh sayang ketika kemajuan zaman tidak membawa pada arah ketaqwaan akhirnya allah mengirimkan bencana pada zaman nuh dengan mengirimkan banjir yang amat sangat dahsyat. Dari situlah orang-orang kafir dibinasakan sementara orang-orang iman atau nuh beserta umatnya diselamatkan dan mulai berkembang biak lagi, memulai peradaban baru lagi. Akhirnya jari tengah menjadi batas tolak ukur antara dua episode kehidupan manusia umat sebelum nuh dan umat sesudah nuh.
-          Jari telunjuk, ini adalah symbol nabi Ibrahim allah menjadikan nabi Ibrahim menjadi bapaknya para nabi dari sini beliau menjadi figure ajaran tauhid bagi orang-orang yang mencari kebenaran sebab beliau merupakan orang paling pemberani yang mengajarkan ajaran paham satu tuhan. Dari situlah mengapa jari telunjuk menjadi symbol ketauhidan dan menjadi symbol untuk angka satu, allah swt berfirman yang artinya :”katakanlah sesunggunya aku telah ditunjuki oleh tuhanku kepada jalan yang lurus (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. (QS.Al-Anam:161) lalu mengapa jari telunjuk malah lebih rendah dari jari tengah ?ini menjelaskan bahwa apa yang ada pada zaman nabi Ibrahim mulai dari ukuran tubuh manusia, ukuran kepintaran manusia , ukuran kemakmuran manusia semuanya disusutkan oleh allah dibandingkan kala manusia pada zaman nabi nuh dan yang sangat tampak adalah ukuran manusia yang dari masa kemasa terus mengalami penurunan. Hingga akhirnya perjalanan waktu itu menuju waktu kewaktu dan sampai kepada zaman nabi Muhammad saw yaitu
-          ibu jari, allah swt berfirman yang artinya :”kemudian kami wahyukan kepadamu (muhammad) :”ikutilah agama Ibrahim (QS An-nahl :123) ini menandakan zaman nabi Muhammad merupakan zaman sisa-sisa kehidupan segala keberhasilan kita dalam bidang tekhnologi yang kita banggakan tidak akan mampu melampaui apa yang dicapai umat sebelumnya dari situlah al-quran menjelaskan bahwa umat sebelum kita yang segala sesuatunya tinggi besar dan maju saja  bisa dibinasakan apalagi zaman kita ?? zaman pengulangan allah swt berfirman yang artinya :”dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran untuk penciptaan yang kedua ?)” (QS Al-waqiah :62).

Dari tulisan diatas dapat disimpulkan bahwasannya panjang pendeknya jari menggambarkan peradaban para nabi, walaupun tidak ada riwayat yang menjelaskan keshahihannya namun itu semua dapat diambil pelajarannya untuk kita semua sekalian sebagai manusia yang lahir dizaman penghabisan ini atau zaman nabi Muhammad kita tidak boleh berkecil hati karena allah tetap sayang kepada hambanya lihatlah itu dibuktikan dengan diturunkannya kitab al-quran pada zaman nabi Muhammad yang merupakan kitab ummul ilmu bagi selluruh ummat manusia, 
 wallahualam bissawaf.

KEUTAMAAN MENGENAKAN HIJAB SAAT BEKERJA


Sungguh mulia bagi wanita yang  saat ini masih bangga mengenakan hijabnya menutup auratnya karena ALLAH dan tetap istiqamah mengenakannya dalam keadaan apapun dan dimanapun. Wanita yang senantiasa mengenakan hijabnya insyaALLAH akan diangkat harkat dan martabatnya oleh ALLAH baik didunia maupun diakhirat kelak itulah salah satu kasih sayang ALLAH terhadap umat muslim . dalam islam ALLAH SWT telah mengatur cara berpakaian umat muslim yang tertera didalam firmannnya didalam al-quran yang artinya :” hai anak adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian idah untuk perhiasan dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagiann dari tanda-tanda kekuasaan ALLAH, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”(QS.Al-A’raaf:26) tentunya hijab disini adalah menutup aurat ditubuh kecuali wajah dan telapak tangan  bagi wanitaserta pakaian yang tidak membentuk tubuh dan tidak berlebihan.
Para pembaca yang budiman perlu kita ketahui hijab tidak menjadi penghalang kita untuk berkarier namun hijab menjadi benteng pertama dalam berkarier dengan hijab mampu menjaga dan melindungi wanitadari hala-hal yang tidak diinginkan seperi yang dijelaskan ALLAH SWT yang artinya :”hai nabi, katakanlah pada isteri-isterimu anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin : “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka “. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tak diganggu dan ALLAH adalah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS.Al-Azhab:59).
Lalu bagaimana jika kita dihadapkan pada kondisi pekerjaan yang tidak mengijinkan wanita untuk berhijab yang perlu kita camkan adalah rizki itu datangnnya dari ALLAH SWT sementara kerja yang kita lakukan adalah sejatinya untuk menjemput rizki tidak perlu khawatir ALLAH akan selalu berikan jalan bagi ummatnya yang selalu menjalankan aturan syariat.
Sosok wanita karier yang patut dicontoh adalah
 siti Khadijah
 beliau dikenal sebagai pebisnis wanita di masanya yang berpegang teguh pada ajaran islam siti Khadijah tidak pernah menghadiri pertemuan dengan laki-laki walaupun pertemuan itu berkaitan dengan bisnisnya beliau selalu menyuruh utusannya untuk menghadiri pertemuan itu, karena sifat beliau inilah beliau mendapatkan gelar at-thahirah yang artinya suci.
Selanjutnya adalah
 letnan Ayesha Farooq
 wanita pertama dipakistan yang mengendarai pesawat tempur wanita berjilbab dengan profesi langka ini berasal dari kota bawangphur daerah punjam dan telah mengabdi diangkatan udara Pakistan sejak decade terakhir begitupun dengan 
kae asima, 
petugas pemadam kebakaran reichman Virginia amerika serikat sejak keccil ibu dua anak ini bercita-cita menjadi seorang pemadam kebakaran penggambaran umat muslim dinegara minoritas muslim, membuat kae bangga menampilkan dirinya sebagai muslim sambal mempertaruhkan nyawanya  untuk orang lain dalam pekerjaannya. Sosok selanjutnya adalah 
heba said, 
seorang jurnalis muslim berhijab mungkin bukan masalah besar jika berada diindonesia namun tidak demikian jika kita berada dinegara dengan kaum muslim yang minoritas, heba said mengakui kerap mengalami diskriminasi saat peliputan namuan jurnalis muslim ini tetap gigh dalam pekerjaannya. Tidak kalah dengan 
netta amalia
 wanita asal bandung ini merupakan seorang arsitektur dinegara eropa yang minoritas kaum muslim.

Pembaca yang budiman semoga karier yang kita tekuni di dunia adalah karier yang dirodhai ALLAH SWT bukan semata kekayaan jabatan dan sensasi pada hakikatnya hidup didunia ini hanya sementara dan setiap apa yang kita kerjakan kelak akan dimintai pertanggung jawaban yang penting untuk kita ingat terdapaat hal-hal yang perlu dan harus dipatuhi wanita dalam berkarier didantaranya harus mendapat izin dari suami atau walinya, menutup aurat sesuai sar’I, pekerjaan yang dikerjakan bukan pekerjaan yang dilarang agama, tidak terjadai khalwat atau berduaan dengan makhramnya dan ikhtilaf atau campur tangan pria dan wanitaserta tetap menajlankan tugas utama sebagai seorang isteri dan ibu demikian pemaparan kami tentang hijab dan karier.
semoga bermanfaat
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tetap bersyukur ya.

Sunday, 18 September 2016

BILA MEMANG ORANG MUSLIM DISAYANG ALLAH MENGAPA BANYAK YANG MISKIN ?

Hasil gambar untuk miskin


Mengapa banyak non muslim yang hidupnya lebih sejahtera dibandingkan dengan orang musllim, padahal orang muslim sudah rajin melaksanakan shalat puasa dan ibadah lainnya apakah ini yang dimaksud hadist “dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga  bagi orang kafir “ ? tidak benar bahwa orang non muslim selalu lebih kaya dibandingkan orang muslim . jika kita amati dengan sungguh-sungguh ada banyak orang non muslim dan orang muslim yang miskin. Jika dilihat orang muslim yang miskin itu karena mayoritas penduduk negeri ini beragama islam sama hal nya dengan yunani dan beberapa negara eropa yang saat ini sedang bangkrut. Hampir semua orang miskin disana adalah non muslim karena mayoritas penduduknya memang non muslim dalam daftar orang-orang terkaya tahun 2014 kita temukan banyak nama-nama orang muslim bertengger di 40 besar apalagi dinegara-negara arab dan timur tengah yang kaya minyak mayoritas orang terkaya adalah muslim sebab merekalah penduduk mayoritas jadi kaya atau miskin tidaklah selalu hidup ditengah agama sebab Allah dengan sifat “rahmannya” atau “pengasih” memberikan rizki bukan hanya kepada orang muslim saja atau orang non muslim saja Allah memberlakukan Sunnah kauniyah atau hokum alam bahwa siapa saja yang bekerja keras bekerja cerdas atau pandai berbisnis mereka akan mendapatkan karunia rizki dan kekayaan yang setimpal ini berlaku untuk orang muslim atau bukan. Namun, Allah juga memiliki sifat “rahiim” atau “penyayang” kasih sayang yang khusus diberikan oleh Allah kepada hamba-hambanya yang beriman kalau saja orang muslim hidupnya miskin didunia bisa jadi itu ujian jika diselingi dengan sabar dia akan mendapatkan Rahim-Nya atau kasih sayang-Nya Allah berupa balasan berlipat ganda diakhirat dan dimasukkan kedalam surga. Adapun orang non muslim yang mendapatkan barang barang berharga dan kekayaan itu adalah balasan dari kerja kerasnya dan perbuatan baiknya karena Allah maha pengasih, namun diakhirat mereka tidak akan mendapatkan apa-apa. Bisa pula kekayaan orang kafir didunia ini hanya bentuk “istidraaj” atau “jebakan rizki” dari Allah mereka disenang-senangkan didunia dibanyakkan hartanya didunia sehingga semakin ingkar semakin jahat lalu mereka dikeluntukkan oleh Allah kedalam neraka. Adapun mengenai sabda rasulullah SAW “dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir “ (HR.Muslim)
Abdullah bin Mubarak seorang generasi tabhiin murid sahabat Nabi yang dikenal kaya raya pernah ditanya oleh seorang yahudi, orang yahudi seorang pedagang minyak eceran yang pakaiannya kotor dan tangannya menghitam itu bertanya. “wahai ibnu Mubarak bukankah disebutkan bahwa dunia ini adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir” tetapi mengapa engkau yang muslim justru kaya raya dan aku yang non muslim justru sengsara dan menderita ?” dengan keteguhan ibnu Mubarak menjawab “kekayaan ku ini laksana penjara jika dibandingkan dengan surga yang akan ditempati oleh orang mukmin nanti sedangkan penderitaanmu didunia ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan neraka yang akan menantimu diakhirat nanti.” Mendengar jawaban ibnu Mubarak ini orang yahudi langsung mengucapkan 2 kalimat sahadat memeluk islam.


BILA ISLAM ITU MUDAH MENGAPA BANYAK SERANGKAIAN IBADAH YANG MEMBERATKAN ?

Hasil gambar untuk ibadah

Bulan Ramadhan sudah terlewati, kemarin umat islam melaksanakan puasa selama sebulan penuh terkadang ada beberapa yang mengeluarkan argument kenapa Allah memberatkan kita dengan ibadah-ibadah yang menguras tenaga karena menahan lapar dan haus sampai kira-kira 13 atau 14 jam ?
Tahajud disepertiga atau 2/3 malam bahkan diwajibkan diawal-awal dakwah raasulullah ?
Harta yang nyata-nyatanya milik kita harus dikeluarkan untuk orang lain.
Lalu muncul disebagian benak orang bukankah itu semua berarti Allah SWT memberatkan hamba-hambanya ?
Mari kita menyepi sejenak menyendiri merenungi sebuah pagar rumah yang indah mobil nan gagah jembatan yang kokoh gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi bukankah sebagian konstruksinya berasal dari besi dan baja ?
Masih ingatkah kita bahwa besi-besi yang indah itu sebelumnya telah disiksa sebelum menjadi indah menawan ?
Sang besi dipanaskan hingga meleleh dan berpijar kemudian dipukul dan ditempa menjadi bentuk-bentuk yang diinginkan tuannya jika sang besi tidak ingin menerima kenyataan ditempa dan dipanaskan hingga meleleh akankah ia menjadi mobil nan gagah atau jembatan yang kokoh ?
TENTU TIDAK !!!
Begitu juga dengan ibadah yang Allah syariatkan kepada kita, bukan karena Allah ingin membuat kita menderita bukan karena Allah ingin membuat kita menderita melainkan karena Allah sayang Allah cinta kepada kita. Ketika kita diwajibkan untuk berpuasa satu bulan penuh dibulan Ramadhan apakah membuat kita dihari ke 31 menemui ajal ?
Apakah yang kita rasakan ketika mendengar adzan maghrib ? bukankah muncul sebuah perasaan bahagia direlung hati kita ? indah rasanya ketika siang hari yang panas berhasil kita takhlukkan tanpa mencicipi sedikit makanan dan minuman apalagi ketika tetes demi tetes teguk demi teguk air segar itu membasahi kerongkongan kita bukankah suatu perasaan bahagia yang muncul ?
Kini sebagian para ahli pun sepakat salah satu cara untuk membuang zat racun didalam tubuh kita adalah dengan berpuasa maka tidaklah salah jika rasulullah bersabda “berpuasalah kaian agar sehat .”
Kewajiban beribadah sama sekali bukan untuk Allah karena Dia zat yang tidak memerlukan apa-apa dari makhluknya, justru makhluklah yang membutuhkan Dia jika semua makhluk dialam semesta tidak menuhankan Dia, Allah tetap saja tuhan penguasa seluruh alam tidak berkurang sedikitpun keagungan-Nya.
Allah berfirman “ dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku Aku tidak membutuhkan rizki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki yang mempunya kekuatan lagi sangat kokoh (QS. Adz Dzaariyaat :56-58)”
Lantas mengapa Allah mewajibkan kita untuk beribadah ?
Karena ternyata design kita ini memang makhluk ibadah, jin dan manusia diciptakan untuk beribadah maka ketika kita tidak beribadah kita akan menemui masalah seluruh kewajiban dan syariat yang Allah berikan sesungguhnya adalah untuk memaksimalkan seluruh potensi kita sebagai manusia dan memunculkan sikap istiqamah alias kestabilan hidup.
Sebuah mobil dibuat oleh pabriknya tentu memilliki spesifikasi tertentu misalnya bahan bakarnya harus pertamax olinya mesti dengan tingkat keenceran tertentu cara menjalankannya harus dengan kombinasi kopling gas rem dan sebagainya. Maka ketika mobil itu dioperasikan tanpa prosedur dan kewajiban yang disesuaikan oleh pabriknya tentu mobil itu akan rusak sebelum waktunya, mobil yang diisi oleh bahan bakar pertamax lalu diganti dengan solar tentu akan rusak sebelum waktunya. Pertanyaannya adalah untuk siapa segala kewajiban yang diharuskan untuk mobil itu ?
Apakah untuk kepentingan pabrik atau untuk kepentingan mobil dan pemiliknya ?
Tentu untuk kepentingan mobil dan pemiliknya, bagi pabrik sama sekali tidak ada kepentingan apapun kalau kita tidak menjalankan prosedur itu. Bahkan meski si mobil melanggar ketentuan itu meski dengan alasan yang baik dan benar tetap saja ia akan mengalami kerusakan, misalnya demi alasan penghematan maka bbm mobil diganti saja dengan premium harganya lebih murah dibandingkan pertamax bukankah sama-sama bahan bakar minyak ?
Demikian juga, ibadah adalah kewajiban bukan untuk Allah sang pencipta melainkan untuk hamba-hambanya shalat kita adalah untuk kita sendiri puasa,zakat,haji,dzikir dan doa dan berbagai macam kebaikan pada hakikatnya adalah untuk kita sendiri.
Semoga bermanfaat J
Terimakasih J
dan

J  wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh  J

KISAH SEEKOR SEMUT,pembagian rizki seluruh makhluk Allah

Hasil gambar untuk semut
Dan tidaklah bintang-bintang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan ummat-ummat (juga) seperti kalian. Kami tidak lalai terhadap sesuatupun didalamm al-kitab. Kemudian kepada rabb-lah mereka dihimpun.” (QS Al-anam : 38) peringatan allah kepada nabi yang ingin membakar seluruh semut dalam sarang menunjukan bahwwa kita sebagai ummat allah swt untuk senantiasa menjaga kehidupan seluruh makhluk. Jika semut saja termasuk hewan yanag nyawanya dilindungi apalagi manusia karena membunuh satu nyawa manusia samadengan membunuh seluruh ummat manusia subhanallah inilah sesuatu yang diajarkan allah akan harga sebuah nyawa makhluk hidup. ~~



Suatu hari nabi sulaiman as duduk dipinggir danau kemudian beliau melihat sekor semut membawa sebiji gandum, nabi sulaiman terus memperhatikan semut itu ternyata hewan mungil ini menuju ketepian danau tiba-tiba ada seekor katak yang keluar dari dalam air dan membuka mulutnya. Yang mengejutkan adalah semut itu masuk kedalam mulut katak kemudian sikatak masuk kedasar danau ketika nabi sulaiman masih keheranan akan kejadian ini sang katak sudah keluar dari danau dan -Mu membuka mulutnnya lalu semut keluar tapi sebiji gandumnya sudah tidak ada lagi bersamanya. Nabi sulaiman pun bertanya pada sang semut wahai semut apa yang kau lakukan selama berada didalam mulut katak semut pun menjawab “wahai nabiyullah sesungguhnya didalam dasaar danau ini ada seekor cacing buta yang terjepit sebuah batu cacing itu tak mampu mencari makan dan sesungguhnya allah telah mempercayakan padaku untuk mebawakan sebutir gandum untuk diberikan kepadanya katak ini membawaku kedalam danau dengan mulutnya sesampainya didasar akuunn memberikan sebutir gandum kepada cacing yang buta itu akupun kembali kemulut katak dan iapun membawaku kembali kepermukaan air ” nabi sulaiman kemudian bertanya apakah kammu mendengar suara tasbih cacing itu ?? si semut kembali menjawab “iya sicacing mengucapkan, wahai zat yang tiddak melupakan aku didalam danau yang dalam ini dengan rizki-Mu janganlah kau melupakan hamba-hamba-Mu yang beriman dengan rahmat-Mu “.
Para pembaca yang beriman demikianlah allah mengatur rizki segenap makhluk-Nya termasuk manusia kisah semut yang membawakan gandum kepada cacing buta menjadikan allam menjamin rizki kepada seluruh ciptaannya sebagaimana firamn allah dalam surat huud ayat 6 :”dan tidak ada suatu binatang melatapun dibumi melainkan allah lah yang memberi rizkinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfudz). (QS.Huud : 6)
Nabi Ibrahim pernah dibakar oleh raja namrudz karena tak ingin menyekutukan allah swt dan bahwa tidak ada tuhan selain allah swt saat itu raja namrudz membuat perapiann besar ditempat terbuka disaksikan oleh rakyatnya nabi Ibrahim dilemparkan kedalam api yang tengah menyala ada kisah menarik saat peristiwa ini tatkala api semakin berkobar sementara tubuh nabi Ibrahim as ada didalamnya terdapat dua binatang yang bereaksi berlawanan semut dan cicak melihat api semkin membesar dan tampak seperti melalap tubuh nabi Ibrahim semutpun mulai menyirami api itu berlari dengan susah payah dengan butiran butiran air yang ia bawa dimulutnya. Cicak pun melihat dan bertanya wahai semut untuk apa kamu membawa butiran air kecil itu ? sesungguhnya itu tidak akan berarti apapun dibandingkan dengan api yang akan membakar nabi Ibrahim, lalu sisemut itu menjawab “ air ini memang tidak akan mampu memadamkan api itu tapi paling tidak semua akan melihat bahwa aku ada dipihak yang mana, namun sebaliknya dengan berkobarnya api sang cicak meniup api itu agar semakin membesar tiupan api itu memang tidak berarti apa-apa tapi tindakan cicak ini menunjukan cicak ada dipihak yang mana .
Akibat keberpihakan cicak ini nabi Muhammad saw menyebut cicak sebagai hewan kecil yang fasik tentu kejadian ini mengajarkan kita untuk memilih berpihak dalam kasus amal ma’ruf nahi  munkar atu menyeru kebaikan dan melarang kemungkaran. Begitupun para ulama meegaskan sekecil apapun kontribusi seseorang yang penting keberpihakan kepada kebenaran tidak penting apakah sikap keberpihakan kita itu berpengaruh atau tidak karena menyeru kebenaran merupakan perintah allah swt dan menjadi fisi dan misi para nabi utusan allah swt.
Suatu hari nabi sulaiman melihat seekor semut yang sedang berjalan diatas batu yang ada dipadang pasir , beliau heran mengapa semut ini bisa hidup diatas batu kering ditengah padang paasir yang tandus sang nabi pun bertany pada semut wahai semut apakah kau yakin akan ada makanan yang cukup untukmu ?
Semut menjawab “rizki milik allah aku percaya rizki datang dari allah aku aykin diatas batu kering dipadang pasir yang tandus ini ada rizki untukku ” nabi sulaiman kembali bertanya “wahai semut apa makanan yang kau sukai ?” dan berapa banyak yang kau butuhkan dalam sebulan ? sisemut menjawab “jatah makanku hanya sebii gandum sebulan “ akhirnya nabi sulaiman berkata “jika hanya sebutir gandum sebulan aku bisa membantu nabi sulaiman mengeluarkan botol memasukkan semut kedalam botol lantas menutupnya sebulan kemudian nabi sulaiman membuka botol dan melihat apa yang terjadi ternyata sebutir gandum yang ditaruh dalam botol hanya berkurang separuh saja maka nabi sulaiman berkata pada semut “kamu berbohong pada ku kau berkata sebiji gandum cukup untuk makan sebulan mengapa kau hanya makan setengahnya ?!“ sisemut menjawab “aku tidak berbohong, aku tidak berbohong. Jika aku hidup bebas diatas batu maka gandum itu akan kuhabiskan dalam sebulan karena makanan itu aku car sendiri karena rizki itu datangnya dari allah dan aku percaya bahwa allah tidak akan lupa memberikan rizki kepadaku tetapi kau meletakkan aku dalam botol yang tertutup sehingga rizkiku bergantung padamu dan aku tidak percaya padamu hingga aku makan setengah butir saja agar cukup untuk dua bulan aku takut engkau lupa memberiku makan sehingga aku membuat cadangan makanan untuk sebulan kedepan para ulama menilai kisah ini menunjukkan tawakkalnya seekor semut ia yakin allah menjamin rizkinya hingga menjemput rizki hingga keatas batu dipadang pasir. Tapi semut juga yakin manusia bukan pemberi rizki hingga semut tak percaya padanya walaupun seorang nabi sekaya dan sekuat apapun manusia pasti punya kelemahan sehingga si semu harus mencadangkan makanan berjaga-jaga agar bertahan hidup subhanallah inilah bentuk ketaatan seekor semut kepada allah swt bagaimana dengan keimanan kita ?
Terkait dengan kisah ini sahabat ali bin abi thali bra berkata :” renungkanlah penciptaan semut yang kecil badannya dan lembut perilakunya hamper-hampir tidak terlihat oleh mata dan tidak terpikirkan bagaimana ia bisa berjalan diatas bumi ia mendpaatkan rizki membawa makanan kesarangnya mengolahnya dan mengupulkan makanan-makanan itu di musim panas sebagai cadangan dimusim dingin allah menjamin dan tidak pernah melalaikan rizki semut maha tinggi allah yang telah menciptakan semut dalam bentuk dan kekuatan tubuh  seperti itu

Bila diperhatikan semut tidak pernah hidup menyendiri melainkan hidup berkelompok para ahli menyebutkan bahwa serangga ini mmerupakan seranagga yang hidup dalam komunitas ketika semut hidup seorang diri justru malah menuju kebinasaan seekor semut yang menyendiri akan mati meskipun ditempat yang mewah dan diberi makan yang banyak kehidupan semut sama seperti manusia seseorang yang terasing dan menyendiri hingga 20 hari akan kehilangan keseimbangan hidup komunitas semut mengaajrkan untuk tolong menolng antar sesame. Jika ada seekor semut yang kenyang dan berteum dengan sesamanya yang lapar ia akan memberikan sari-sari makanannya. Mereka memiliki system pencernaan yang unik sehingga mampu menyalurkan sari-sari makanan kepada sesamanya dengan caara saling menempelkan tubuh. Sifat social semut ini mengingatkan kita pada hadist nabi saw :” tidak boleh seorang mukmin menyimpan sesuatu yang mengenyangkan, sementara tetangga disampingnya kelaparan.” (HR. Ath-tabrani dan al-hakim).